Menikah Tanpa Pacaran Dan Membangun Cinta Sejati

0 comment

Sejak zaman dahulu menikah tanpa menjalin hubungan percintaan atau pacaran memang sudah ada. Contoh nyata yang terdapat dalam sejarah Indonesia adalah kisah romansa R.A Kartini. Namun, tidak semua orang saat ini bisa menikah tanpa pacaran .

Meskipun perjodohan itu hal yang lumrah namun terkadang menghilangkan proses-proses intinya. Zaman dahulu menganggap lumrah bila pernikahan tidak dimulai dengan pacaran. Bahkan hal itu sudah ada di zaman sebelum masehi.

Seiring berkembangnya waktu budaya menikah tanpa pacaran ini hadir kembali. Namun kali ini lebih kepada sudut pandang agama tertentu. Contohnya agama Islam yang memang menganjurkan hubungan sejati itu adalah saat kita sudah menikah.

Menikah Tanpa Pacaran untuk Mencapai Cinta Sejati

Dalam agama Islam menikah tanpa pacaran itu disebut dengan ta’aruf. Namun sayangnya ta’aruf yang di kampanyekan tidak seindah teorinya. Hal ini sangat wajar karena manusia adalah makhluk yang memiliki emosi dan perasaan.

Sehingga nilai ta’aruf itu dapat luntur bila tidak diikuti dengan bekal ilmu yang cukup. Apalagi yang perlu digaris bawahi adalah “Setiap Ilmu Itu Harus Sejalan Dengan Adab”. Sehingga menjalani cinta sejati versi ta’aruf ini tidak semudah yang dibayangkan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cinta itu muncul padahal kita tidak saling kenal atau mengetahui? Hal itu dapat dijawab dalam beberapa tahap berikut ini:

1. Agama Sebagai Pondasi Pernikahan Membangun Cinta

agaama

Cinta dapat timbul bila kita sama-sama memiliki visi yang sama. Visi dan misi orang beragama adalah menggapai surganya Allah SWT. Namun bukan berarti mengenyampingkan duniawi. Karena duniawi adalah alat yang seharusnya mencapai hal itu.

Pasangan yang memiliki pondasi yang kuat maka lambat laun cinta itu akan bersemi. Bukankah kita sudah pernah menonton serial drama perfilman yang didasari oleh perjodohan yang akhirnya berakhir mencintai?.

Perfilman terkadang memiliki dasar dari naskah. Naskah tersebut tentu diambil dari inspirasi kehidupan nyata yang dibalut menjadi visual.

Sedangkan pondasi agama adalah pondasi yang kuat untuk memunculkan nilai cinta tersebut. Agama mempelajari bagaimana kita memperlakukan lawan jenis dengan baik. Agama pun mempelajari bagaimana kita harus bersikap dan juga sabar.

2. Cinta Adalah Fitrah Manusia

hh 1

Apapun keadaannya cinta akan muncul diantara lawan jenis. Karena fitrahnya bahwa pria dan wanita itu akan dapat saling mencintai bila kita intens saling berhubungan.

Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya istilah Cinta Lokasi. Apalagi bila memang setiap 24 jam kita akan terus bersama.

Namun tetap saja bila cinta tidak didasari oleh pondasi keilmuan tidak menjamin cinta itu akan berjalan dengan baik. Karena cinta adalah bagian dari ego dan nafsu sedangkan kondisi bertahan didapatkan dari sisi keimanan.

3. Saling Memantaskan Diri

pria

Sebagai masyarakat yang modern mungkin menikah tanpa pacaran adalah sesuatu yang tabu. Namun bila kembali kepada fitrahnya manusia itu diciptakan untuk beribadah kepada Yang Maha Esa.

Sehingga sehebat-hebatnya kita mampu menggapai dunia dengan baik seharusnya terus menggenggam kewajiban kita untuk terus beribadah. Hal itu dilakukan agar tidak saling salah arah.

Ditambah rasa sosial seperti untuk membangun pribadi yang pengertian, tabah mendapat ujian adalah segala sesuatu yang diajarkan di dalam ilmu Agama.

4. Pondasi Sejak Dini

anak

Bila terdapat orang tua yang menginginkan anaknya untuk tidak pacaran maka harus diiringi dengan didikan orang tua yang bijak terhadap ilmu tersebut. Pasalnya tidak sedikit pemberontakan yang dialami akibat perjodohan, karena orang tua pun tidak mengerti.

Orang tua yang hanya ingin instan dapat berdampak negatif kepada kehidupan anak tersebut. Pola pikir anak akan terbuka bila mereka sudah diberikan pelajaran positif sejak dini. Sehingga mereka tidak kaget dengan keadaan.

Leave a Comment

Berizin BPOM

Bersertifikat Halal

Diproduksi Sendiri

Premium Quality

Berizin BPOM

Bersertifikat Halal

Diproduksi Sendiri

Premium Quality

BEAUTIVI SPOT

BEAUTIVI JAKARTA

Grand Palace Kemayoran, Jl. Benyamin Suaeb No.A-15, RT.13/RW.6, Kb. Kosong, Kec. Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10630

BEAUTIVI YOGYAKARTA

Jl. Ring Road Utara No.53, Kembang, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta 55281

Copyright @2023  All Right Reserved – PT Beautivi Kilau Indonesia

BEAUTIVI MOBILE MENU

About Us

Product

Shop

Partnership

Promo

Customer care